Tidur siang singkat selama sekitar 15–20 menit bisa memberikan manfaat besar bagi kesehatan otak. Kebiasaan ini membantu meredakan stres sekaligus meningkatkan tingkat kewaspadaan. Bahkan, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tidur siang juga dapat berkontribusi dalam menurunkan risiko penyakit jantung.
Manfaat tidur siang meliputi:
Meningkatkan memori dan kemampuan belajar
Mengurangi kelelahan dan meningkatkan suasana hati
Meningkatkan kinerja kognitif
Memulai gaya hidup sehat tidak perlu terasa rumit. Dengan langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, perubahan besar bisa dicapai. Ada beberapa cara mudah yang bisa mulai diterapkan, di antaranya :
Rutin berolahraga
Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang
Mencukupi kebutuhan cairan tubuh
Mengelola stres dengan baik
Tidur yang cukup
Berhenti merokok dan hindari alkohol
Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin
Menjaga berat badan ideal
Berpikir positif
Menghabiskan waktu di alam terbuka
Tidak perlu panik jika anak merasa rewel setelah divaksin. Lakukan langkah-langkah berikut:
A. Penanganan Mandiri di Rumah
Kompres dingin pada area bekas suntikan jika tampak kemerahan atau sedikit bengkak.
Beri banyak cairan (ASI atau air putih) untuk mencegah dehidrasi, terutama jika anak mengalami demam ringan.
Gunakan pakaian tipis yang menyerap keringat dan nyaman untuk anak.
B. Penanganan Medis
Berikan obat penurun panas (seperti parasetamol) sesuai dengan dosis dan anjuran dokter jika anak merasa sangat tidak nyaman atau demamnya tidak kunjung turun.
Hantavirus Pulmonary Syndrome dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome merupakan penyakit yang disebabkan oleh kelompok virus hantavirus. Virus ini dapat menyerang paru-paru, pembuluh darah, maupun ginjal. Penularannya berasal dari tikus serta berbagai jenis hewan pengerat lainnya yang membawa virus tersebut.
Hantavirus adalah kelompok virus yang disebarkan oleh tikus atau hewan pengerat lain. Meski begitu, penularan infeksi hantavirus antarmanusia sangat jarang terjadi.
Berikut ini adalah sejumlah kondisi yang bisa menyebabkan seseorang terinfeksi hantavirus:
Menyentuh feses, liur, atau urine, dari tikus yang terinfeksi hantavirus
Menghirup partikel udara yang mengandung hantavirus
Mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi hantavirus
Mengalami luka akibat gigitan tikus yang terinfeksi hantavirus
Menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah kontak dengan benda yang terkontaminasi hantavirus
Virus ini dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui udara yang tercemar partikel urine, feses, atau air liur tikus, kontak langsung dengan hewan pengerat, luka terbuka pada kulit, maupun benda dan permukaan yang telah terkontaminasi. Dalam pedoman nasional dijelaskan bahwa penularan paling sering terjadi melalui aerosol atau partikel halus dari kotoran rodensia yang tersebar di udara. Artinya, seseorang tidak harus mengalami gigitan tikus untuk terinfeksi, tetapi cukup berada di lingkungan yang terdapat tikus lalu menghirup udara yang sudah tercemar virus tersebut.
Gejala Infeksi Hantavirus
Gejala infeksi Hantavirus Pulmonary Syndrome biasanya muncul sekitar 1–8 minggu setelah seseorang terpapar virus. Keluhan yang timbul dapat berbeda-beda tergantung pada organ tubuh yang terkena. Infeksi hantavirus dapat menyebabkan dua jenis penyakit, yaitu Hantavirus Pulmonary Syndrome dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome.
Pada tahap awal, HPS dapat ditandai dengan demam, meriang, badan terasa tidak nyaman, sakit kepala, mual, muntah, sakit perut, diare, nyeri otot, serta rasa lelah. Jika kondisi tidak segera ditangani, dalam beberapa minggu penderita dapat mengalami batuk, sesak atau kesulitan bernapas, denyut jantung cepat, serta nyeri dada seperti tertekan kuat. Pada kondisi yang lebih berat, HPS dapat menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru (edema paru), syok, hingga berisiko fatal.
Sementara itu, gejala awal HFRS meliputi demam, sakit kepala berat, nyeri pada punggung dan perut, kelelahan, pandangan kabur, kemerahan pada wajah, serta munculnya ruam di kulit.
Jika tidak ditangani, infeksi hantavirus bisa menyebabkan beragam komplikasi, seperti:
Gagal jantung
Gagal ginjal
Edema paru berat
Syok
Kematian
Hingga saat ini belum tersedia vaksin untuk mencegah infeksi hantavirus. Oleh sebab itu, langkah pencegahan terbaik adalah menghindari berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko penularan virus tersebut. Beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
Membiasakan diri mencuci tangan secara rutin menggunakan air bersih dan sabun.
Menjaga kebersihan bahan makanan serta peralatan yang digunakan untuk mengolah makanan.
Mengendalikan populasi tikus di sekitar rumah maupun tempat kerja serta menutup celah yang memungkinkan tikus masuk ke dalam rumah. Jika diperlukan, gunakan perangkap tikus.
Membersihkan rumah dan lingkungan kerja secara rutin menggunakan disinfektan, terutama pada area yang berpotensi menjadi sarang tikus, seperti gudang, tempat sampah, dan ruangan yang jarang dipakai.
Menghindari kontak langsung dengan tikus maupun cairan tubuhnya, seperti air liur, urine, dan feses.
Menggunakan alat pelindung diri (APD) dan mengikuti standar operasional prosedur (SOP) apabila pekerjaan berhubungan dengan tikus atau hewan pengerat lainnya.
Referensi
https://www.halodoc.com/kesehatan/hantavirus?srsltid=AfmBOoopCVPzyqBOjXJmESN3m8nGQVk3qrA3Nf07dpGgijwDqCVMSJd1
Artikel Terkait