Rabies, yang sering disebut sebagai penyakit anjing gila, adalah penyakit infeksi yang menyerang sistem saraf pusat, terutama otak, dan disebabkan oleh virus rabies. Penularannya terjadi melalui gigitan hewan yang telah terinfeksi rabies.
Hewan yang dapat menularkan rabies kepada manusia antara lain anjing, kucing, dan kera. Selain itu, beberapa hewan liar seperti rubah, musang, dan anjing liar juga dapat menjadi penular rabies. Di Indonesia, penularan rabies pada manusia paling banyak disebabkan oleh anjing, kucing dan Kera
Segera cuci luka akibat gigitan atau cakaran anjing, kucing, kera, maupun hewan penular rabies lainnya menggunakan sabun atau deterjen dengan air mengalir selama 15 menit, lalu oleskan antiseptik.
Segera kunjungi Puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
Segera hubungi Dinas Peternakan setempat untuk melaporkan hewan yang menggigit.
demam, mual, sakit tenggorokan, sakit kepala hebat, gelisah, takut air (hidrofobia), takut cahaya (fotofobia), serta produksi air liur berlebihan (hipersalivas)
Tipe Ganas
Suara menjadi parau
Tidak menurut perintah majikan
Menggigit dan menyerang setiap orang atau benda yang bergerak maupun yang ditemuinya.
Lari tanpa tujuan
Lupa pulang
Suka berkelahi dan tidak mau mengalah.
Ekor berada di antara kedua paha belakang.
Mengalami kejang-kejang yang kemudian diikuti kelumpuhan.
Biasanya hewan akan mati dalam waktu 4–7 hari setelah gejala pertama muncul.
Cenderung bersembunyi di tempat yang gelap dan sejuk.
Tidak mampu menelan
Mulut tampak terbuka terus-menerus.
Mengeluarkan air liur secara berlebihan.
Kejang-kejang berlangsung singkat dan bahkan sering kali tidak terlihat.
Mengalami kelumpuhan.
Kematian terjadi dalam waktu singkat
Segera cuci luka gigitan menggunakan sabun atau deterjen di bawah air mengalir selama 15 menit, kemudian oleskan antiseptik seperti obat merah atau sejenisnya, tidak boleh menutup luka, atau menggunakan ramuan yang belum terbukti penelitianya.
Segera pergi ke Rabies Center, seperti Puskesmas atau rumah sakit, untuk dilakukan pencucian luka kembali serta mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) atau kombinasi VAR dan Serum Anti Rabies (SAR) sesuai indikasi. Bukan pergi ke Dukun
Pemberian Serum Anti Rabies (SAR) sesuai indikasi, petugas akan memberikan SAR apabila hewan penular rabies menggigit di area sekitar wajah
Apabila terjadi kasus gigitan oleh hewan penular rabies, sedapat mungkin hewan tersebut ditangkap lalu diserahkan atau dilaporkan kepada petugas kesehatan hewan pada dinas yang membidangi kesehatan hewan setempat untuk diobservasi atau dipantau selama 14 hari.
Ikat dan/atau kandangkan hewan penular rabies.
Jika hewan penular rabies dibawa keluar rumah, hewan tersebut perlu dipasangi pengaman mulut (brongsong).
Lakukan vaksinasi hewan penular rabies secara berkala.
Jika seseorang terlanjur tergigit, segera cuci luka menggunakan sabun atau deterjen di bawah air mengalir selama 15 menit, dapat dilakukan oleh korban atau keluarga. Setelah itu, segera pergi ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan tatalaksana penanganan kasus gigitan hewan penular rabies sesuai prosedur.
Bagi kelompok yang berisiko tinggi tertular rabies, seperti petugas laboratorium yang bekerja dengan virus rabies, vaksinator, dokter atau perawat yang merawat pasien rabies, dokter hewan, serta setiap orang yang berpotensi kontak langsung dengan hewan penular rabies, dapat diberikan imunisasi atau kekebalan terhadap virus rabies melalui vaksinasi pra pajanan (pre-exposure immunization).
Jadwal Kunjungan VAR
"Perhatikan ketentuan dan syarat. Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi nomor yang tertera pada gambar/ klik dibawah ini"