KEHAMILAN
Kehamilan adalah proses fisiologis yang menjadi awal terbentuknya generasi berikutnya. Oleh karena itu, pencegahan masalah gizi pada ibu hamil sangat penting dan perlu dilakukan sejak sebelum kehamilan, selama kehamilan, hingga setelah melahirkan dan pada masa menyusui.
Salah satu hal utama dalam mendukung reproduksi yang sehat adalah terpenuhinya kebutuhan gizi yang meliputi energi, protein, karbohidrat, vitamin, mineral, serta cairan (termasuk air) dan serat, baik dari segi jumlah maupun kualitasnya.
Kurangnya asupan energi dari zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta zat gizi mikro seperti vitamin A, vitamin D, asam folat, zat besi, seng, kalsium, iodium, dan mikronutrien lainnya pada wanita usia subur secara berkelanjutan—mulai dari masa remaja, pra konsepsi, hingga kehamilan—dapat menyebabkan terjadinya Kurang Energi Kronis (KEK) pada masa kehamilan.
KEK biasanya diawali dengan kondisi “risiko KEK” dan ditandai oleh rendahnya cadangan energi dalam jangka waktu lama. Kondisi ini dapat diukur melalui Lingkar Lengan Atas (LiLA) yang kurang dari 23,5 cm atau Indeks Massa Tubuh (IMT) pra hamil maupun pada trimester I (usia kehamilan ≤12 minggu) yang berada di bawah 18,5 kg/m².
IMT sendiri merupakan perbandingan antara berat badan (kg) dan tinggi badan (meter), dengan rumus perhitungan: BB/(TB)² (kg/m²).
Gizi untuk Ibu Hamil
Standar kebutuhan zat gizi berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan bagi masyarakat Indonesia pada perempuan usia 19–49 tahun berkisar 2.150–2.250 kkal energi dan 60 gram protein per hari.
Pada ibu hamil dengan kondisi normal, diperlukan tambahan energi sekitar 180–300 kkal per hari dan tambahan protein hingga 30 gram per hari.
Untuk mencapai peningkatan berat badan sekitar 0,5 kg per minggu, termasuk pada ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK), dibutuhkan tambahan asupan energi sekitar 500 kkal per hari dari kebutuhan energi hariannya, dengan ketentuan bahwa kurang dari 25% total energi dalam makanan tambahan tersebut berasal dari protein.
Porsi Makan Ibu Hamil
APAKAH PENTING MAKAN TAMBAHAN UNTUK IBU HAMIL?
Ibu hamil yang tidak memperoleh kecukupan zat gizi berisiko mengalami Kurang Energi Kronis (KEK). Ibu Hamil KEK adalah ibu hamil yang memiliki risiko kekurangan energi kronis, yang ditandai dengan Lingkar Lengan Atas (LiLA) kurang dari 23,5 cm atau Indeks Massa Tubuh (IMT) pada masa pra hamil maupun trimester I (usia kehamilan ≤12 minggu) di bawah 18,5 kg/m² (kategori kurus).
“Makanan tambahan berbahan pangan lokal yang siap santap tidak dimaksudkan untuk menggantikan kebutuhan makan ibu hamil dengan KEK, melainkan sebagai tambahan minimal yang diberikan setelah kebutuhan makan pokok ibu hamil terpenuhi, guna membantu mengatasi masalah gizi pada ibu hamil KEK.”
Info Terkait
senam ibu hamil Mengurangi stres, kecemasan, dan membantu ibu hamil tidur lebih nyenyak. 3