Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi kronis ketika tekanan darah berada di atas batas normal. Keadaan ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun tanpa disadari oleh penderitanya. Bahkan meskipun tanpa gejala, kerusakan pada pembuluh darah dan jantung tetap dapat terjadi dan terus berkembang.
Hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, seperti serangan jantung dan stroke. Jika Anda memiliki riwayat penyakit ini, penting untuk mengetahui bahwa hipertensi memiliki beberapa jenis, yaitu:
Hipertensi Primer
Hipertensi primer adalah kondisi meningkatnya tekanan darah tanpa adanya penyakit lain yang menjadi penyebab dasarnya.
Hipertensi Sekunder
Hipertensi sekunder adalah kondisi meningkatnya tekanan darah yang disebabkan oleh adanya penyakit lain yang mendasari. Beberapa contoh kondisi yang dapat memicu hipertensi antara lain penyakit ginjal, gangguan endokrin, gangguan pembuluh darah, hingga efek samping penggunaan obat-obatan.
Hipertensi Gestasional (kehamilan)
Hipertensi gestasional adalah kondisi meningkatnya tekanan darah yang pertama kali terjadi saat kehamilan. Pada keadaan ini, ibu hamil tidak ditemukan adanya protein dalam urine. Tekanan darah biasanya akan kembali normal dalam waktu tiga bulan setelah persalinan.
Penyebab
Secara umum penyebab hipertensi ada beberapa faktor antara lain:
Keturunan
Riwayat keluarga dengan hipertensi dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami tekanan darah tinggi.
Pola makan tidak sehat
Konsumsi garam berlebihan, makanan berlemak, dan kurang makan buah serta sayur.
Kurang aktivitas fisik
Jarang berolahraga dapat meningkatkan risiko hipertensi.
Kelebihan berat badan atau obesitas
Berat badan berlebih membuat jantung bekerja lebih keras.
Stres
Stres berkepanjangan dapat memengaruhi tekanan darah.
Merokok dan konsumsi alkohol
Kebiasaan ini dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah.
Penyakit tertentu
Misalnya penyakit ginjal, diabetes, atau gangguan hormon.
Gejala Hipertensi
Hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun, beberapa penderita dapat mengalami:
Sakit kepala
Pusing
Jantung berdebar
Sesak napas
Mimisan
Mudah lelah
Penglihatan kabur
Meski demikian, gejala hipertensi ini tidak spesifik serta baru muncul jika tekanan darah terlalu tinggi dan mengancam nyawa.
Dampak
Penyakit jantung
Hipertensi meningkatkan risiko serangan jantung dan gagal jantung.
Stroke
Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan pecah atau tersumbatnya pembuluh darah di otak.
Kerusakan ginjal
Pembuluh darah ginjal dapat rusak akibat tekanan tinggi.
Gangguan penglihatan
Hipertensi dapat merusak pembuluh darah mata.
Kerusakan pembuluh darah
Pembuluh darah menjadi kaku dan sempit.
Diagnosis Hipertensi
Tekanan darah normal adalah tekanan darah yang berada di bawah 120/80 mmHg.
Prahipertensi adalah kondisi ketika tekanan sistolik berada pada kisaran 120–139 mmHg atau tekanan diastolik berada pada kisaran 80–89 mmHg. Kondisi ini cenderung berkembang menjadi lebih buruk seiring waktu.
Hipertensi tahap 1 adalah kondisi ketika tekanan sistolik berada pada kisaran 140–159 mmHg atau tekanan diastolik berada pada kisaran 90–99 mmHg.
Hipertensi tahap 2 merupakan kondisi yang lebih berat. Pada tahap ini, tekanan sistolik mencapai 160 mmHg atau lebih, atau tekanan diastolik 100 mmHg atau lebih tinggi.
Dokter biasanya akan melakukan pengukuran tekanan darah sebanyak 2–3 kali, masing-masing pada tiga kali atau lebih kunjungan yang berbeda, sebelum mendiagnosis seseorang mengalami hipertensi.
Hal ini dilakukan karena tekanan darah umumnya dapat berubah-ubah sepanjang hari. Selain itu, dokter mungkin akan meminta Anda mencatat tekanan darah di rumah maupun di tempat kerja sebagai informasi tambahan.
Pengobatan Hipertensi
Terdapat berbagai jenis obat hipertensi yang tersedia di apotek maupun fasilitas kesehatan. Namun, sebaiknya Bapak/Ibu memeriksakan diri ke puskesmas terdekat dan berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan obat yang sesuai serta tidak salah dalam mengonsumsinya.
Beberapa jenis obat antihipertensi yaitu :
Semua obat tersebut berfungsi untuk menurunkan tekanan darah tinggi dengan mekanisme kerja yang berbeda-beda. Pemberian obat juga memiliki indikasi yang beragam, disesuaikan dengan usia, tingkat keparahan hipertensi, serta penyakit lain yang mendasari.
Dampak Hipertensi
Jika tidak ditangani, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:
Penyakit jantung
Hipertensi meningkatkan risiko serangan jantung dan gagal jantung.
Stroke
Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan pecah atau tersumbatnya pembuluh darah di otak.
Kerusakan ginjal
Pembuluh darah ginjal dapat rusak akibat tekanan tinggi.
Gangguan penglihatan
Hipertensi dapat merusak pembuluh darah mata.
Kerusakan pembuluh darah
Pembuluh darah menjadi kaku dan sempit.
Komplikasi tersebut dapat menyebabkan penurunan kesadaran hingga meninggal dunia.
Pencegahan Hipertensi
Beberapa langkah untuk mencegah hipertensi yaitu:
Mengurangi konsumsi garam
Makan makanan bergizi seimbang
Rutin berolahraga
Menjaga berat badan ideal
Berhenti merokok
Mengelola stres
Memeriksa tekanan darah secara rutin